Tak ada hubungannya dengan filsafat Identitasnya Hegel, tapi ia berteriak sekedar untuk mendapat pengakuan atau sebentuk apresiasi bahwa ia lebih dari yang lain, dan karena kelebihannya itu, ia minta yang lain untuk tunduk, setidaknya manut.
Saya menganggapnya biasa saja, ketika seseorang bangga dengan mainan pertamanya, ia merasa sudah menjadi “yang lebih” dengan kemampuan yang pas-pasan, sebetulnya hal itu bukanlah soal, tapi ketika ia mulai menjelek-jelekkan yang lain dan mengatakan yang lain bodoh dan tak tahu seperti yang ia ketahui, barulah hal itu menjadi soal, sedikit membuat kesal dan risih dengan teriakan-teriakannya itu.
Tapi bagaimanapun, yang tahu dan memahami keadaan memang harus mengerti dan memaklumi, seperti itulah tingkahnya, ia akan selalu berteriak kesana- kemari untuk mengatakan dirinya yang “lebih” dan minta dianggap “berkemampuan”. dan hal itu menjadi terkesan lucu dan mengundang tawa ketika ia ternyata sungguh-sungguh belum mampu menunjukkan apa-apa.
Posting singkat, lantaran pesan-pesan singkat itu.








</
wah durong paham, ndang diteruske wae cak
“ia minta yang lain untuk tunduk…”
astaghfirullahaladzim segeralah memohon ampunan kepada 4JJI
Tulisan yg menarik. Memang benar dan ini yg menjadikan Megawati perolehan pemilunya terpuruk
Bila sudah kemana2 meminta pengakuan agar ingin dianggap memiliki kelebihan sebenarnya dia sudah membuka kelemahan dan kurang percaya dirinya. Yah ini hanya penilaian sempit saya, Cak
wah anda membunuh karakter seorang pemimpi .