Jalan Raya Pos, Jalan Daendels

daendels

Gresik, mungkin saja tak luput dari apa yang disebut Pramoedya sebagai genosida kemanusiaan terbesar waktu itu, Karena jalan raya yang terkenal dan fenomenal pada jamannya itu melewati kota Gresik ini.

Sebuah kebanggaan yang sekaligus mungkin kisah tragis dari pembangunan paksa sebuah jalan yang membentang sepanjang 1000 km dari anyer ke panarukan yang melewati kota Gresik hanya dalam setahun, pelajaran sejarah sewaktu sekolah dulu tak pernah sedikitpun menyebut berapa jumlah korban kemanusiaan dari saudara sendiri atas pembangunan jalan itu.

Mengungkap berapa korban dari genosida kemanusiaan itu bukanlah kewenangan saya, tapi mengungkap fakta dan memberitakan ke generasi penerus sudah barang tentu tidak akan mengurangi nilai sejarah itu sendiri, ada baiknya, setidaknya memberikan pelajaran berharga tentang penjajahan Belanda dan tentu laku tindak menusia Indonesia sendiri ketika itu.

Membaca kembali Jalan Raya Pos Jalan Daendels nya Pramoedya Ananta Toer membuat saya membayangkan keadaan kota Gresik waktu itu, jalanan lengang dengan sedikit keramaian, penuh dengan bangunan peninggalan Belanda yang beberapa masih bisa kita saksikan di seputaran alun-alun kota, karena bagaimanapun, sejarah bangsa tak akan melupakan kota Gresik sebagai kota pelabuhan yang terkenal pada masanya.

Disayangkan, jika kita generasi penerus ini tak bisa lagi menikmati sedikit nostalgia dengan bangunan-bangunan tua di kiri kanan sebuah kota sejarah, kota tua, gresik, dengan petilasan wali dan tentu menelusuri Jalan Daendles dengan mengimajinasikan suasana saat itu, karena banyak sudah lubang jalan yang merenggut nyawa lantaran tak terawat dengan baik seperti ketika pembangunannya saat itu, ya, memakan korban nyawa saudara sendiri, sebuah genosida baru yang secara tak sadar baru saja kita bangun.

8 Tanggapan ke “Jalan Raya Pos, Jalan Daendels”


  1. 1 Aqil Good April 3, 2009 pukul 12:18 am

    Ala…h mau ngritik pemerintah aja panjang banget. Bilang aja jalan Daendels di Gresik banyak yang rusak, pemerintah ndak becus menangani pembangunan. Lak wis ta

  2. 2 peyek April 3, 2009 pukul 9:49 am

    @ Aqil Good

    Hehehehe…
    maunya langsung cak, apa ndak kelihatan terlalu vulgar?
    Hm… saya pikir, terkadang perlu juga

  3. 3 zam April 3, 2009 pukul 2:28 pm

    saya baru baca buku penjelajahan kompas yang Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan itu, cak.. baru mulai.. :D

  4. 4 mybenjeng April 4, 2009 pukul 1:17 pm

    yang namanya jalan raya daendles, sebelah mana ya?
    baru denger kayaknya… :D

  5. 7 Bagas Agustus 4, 2009 pukul 7:21 pm

    Mas, itu skalanya brapa mas?

  6. 8 saai srie Oktober 10, 2009 pukul 7:48 pm

    bnyak certa ya ttg yang tlh membuat jln kita


Tinggalkan Balasan




Tentang Diri

Hanyalah manusia biasa yang pengen mencurahkan apa yang ada didepan mata, serta isi kepala yang mulai enggan mengingat. Media untuk mencurahkan isi otak dan curhat, silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 61,402 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</