Pada akhirnya, usia adalah deretan angka-angka.
Gresik yang ke-552 dan pemkab yang ke 35, sebuah deret angka yang tak lagi kecil untuk usia sebuah kota, pertambahan usianya semakin mempertegas kepada siapa saja yang menghuni dan berdesakan diatasnya, kita tak kemana-mana, kita pun tak jua berbenah, apalagi bicara soal masa depan.
Usia, sudah semestinya menjadi perenungan mendalam bagi siapa saja yang berkenaan dengannya, apa yang sudah diberikan sebagai hubungan timbal balik atas kepercayaan yang telah diberikan, tuntutan atas diri sendiri telah habis tuntas tanpa menyisakan sebuah kepedulian dan tanggung jawab moral, ya, slogan religius cukup mengenyangkan kiranya.
Di usia yang terus bertambah, dimana manusia dipaksakan untuk bersicepat dengan waktu, sebuah suguhan lahirnya wajah baru yang mencoba-coba disodorkan. Pertambahan usia dengan kejutan lama yang tak melahirkan bentuk penghormatan, lebih tepatnya, hanya berganti wajah, itu saja, tak lebih.
Terkadang perjuangan ke puncak itu jauh lebih indah daripada berada di puncak itu sendiri.
Pernah suatu ketika saya membayangkan, Yunani, negeri dengan segudang filosof terkenal itu tak beda jauh dengan kota 







</
Komentar Terakhir