“Duh.. lama sekali mas, pelayanannya itu loh!”
Begitu keluhan saudara saya itu, ketika dia harus antri menunggu giliran penyerahan formulir pendaftaran CPNS Kabupaten Gresik beberapa waktu yang lalu.
“Mosok, mereka bilang jam 11.30 break untuk istirahat serta makan siang dan 12:30 akan dimulai lagi, tapi mereka kembali ke ruangan penyerahan formulir jam 13:05, itupun mereka tidak segera memanggil antrian berikutnya, tapi mereka pada keluar dari ruangannya membawa tas berisi perlengkapan sholat, dan kembali kita dibuat menunggu mereka sholat sampai jam 13:30, setelah itu barulah sekitar jam 13:50 dimulai lagi, itu kan artinya 2(dua) jam mas!”.
Saya paham betul kenapa dia ngomel-ngomel seperti itu, karena dia hanya sekedar pamit ijin keluar kantor dari tempat dia mburuh sekarang, Jadi waktu ijin yang cuman sedulit itu, sangat berharga baginya.
Menjadi (konon) abdi masyarakat itu memang masih favorit bagi sebagian teman-teman se-umuran famili saya itu. Tapi sungguh disayangkan, contoh ngaret adalah hal lumrah (atau jangan-jangan sudah menjadi budaya kebiasaan, saya tak tahu), tak heran jika kita memang selalu kalah dengan tetangga sebelah.
Lingkungan memang menjadi stimulus terbesar bagi seseorang, biar orang itu baik tapi ketika masuk dalam lingkungan yang tidak baik dia akan terpengaruh juga dengan kebiasaan seperti itu, itu yang saya baca dari psikologi korupsi yang bercerita kenapa orang yang awalnya baik-baik akhirnya ikut korupsi juga.
Tak heran jika ada salah satu teman bilang, good goverment itu hanyalah slogan, bawa saja bawah bantal, karena mendambakannya dalam mimpi akan jauh lebih mudah dan indah, Karena melihatnya menjadi kenyataan adalah sesuatu yang mustahil diwujudkan.
Tak hanya itu, guyon warung kopi, PNS itu Pegawai Nunggu Sholat bukanlah guyon remeh.
itu jika saya percaya cerita famili saya sore hari kemarin.
Karena itu, harapan terbesar untuk menjadikan pelayan masyarakat gresik itu dapat memberikan pelayanan yang terbaik adalah dari sistem penerimaan CPNS Kabupaten Gresik kemarin dan yang akan datang, atau harapan itu sama sekali tidak ada jika CPNS Gresik kemarin hanya menjaring calon abdi masyarakat yang meneruskan kebiasaan lama.
Pelayan masyarakat itu dipilih dari orang pinter, dipilih sekian dari yang terbaik, berotak top cer, tapi sayang, kok tetep saja ndlewer.








</
semoga segera bisa dibenahi ya mas ya, harus dimulai dari pimpinannya nih.
wah pokoknya saling pengertiaj aja.
hmmm….
yang penting kalo udah jadi “PNS” harus bia memperbaili sistem yang ndelewe hehehe…
Sedikit cerita nyata dariku beberapa hari yang lalu,
Pagi itu ada sms dari bapakku yang seorang PNS, “nduk, bojomu mau jadi PNS di gresik ndak? ini bisa langsung masuk buat tenaga IT “.
Sayangnya bojoku ga tertarik masuk PNS, enakan wirausahawan hehehe
ngunu iku pns?
nggak semua PNS begitu mas….. jangan digeneralisir
buat semua PNS di Indonesia
Tetap Semangat….tetap kerja keras…demi Indonesia
kritikmu….obatku
lebih baik hidup sederhana daripada kaya tapi masuk penjara.
Hidup Reformasi Birokrasi…..