Mungkin saja bumi sedang jengah, dengan eksploitasi manusia yang gila-gilaan terhadapnya, apa yang terjadi dengan pengeboran minyak dan gas (migas) Lengowangi-2 milik operator Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB PPEJ) di kawasan Desa Sekarkurung, Kebomas Gresik itu kemarin.
Lumpur yang keluar, mengingatkan saya pada lumpur panas Lapindo di Sidoarjo.
Keserakahan manusia, human error, atau memang sudah menjadi hal yang biasa terjadi di area sumur pengeboran minyak seeperti itu, saya tak tahu pasti, yang jelas kekhawatiran masyarakat sekitar itu ada dan kekhawatiran itu juga menjadi hal yang biasa dan lumrah, bayangan orang selalu mengingatkan dengan apa yang terjadi di Lapindo Sidoarjo itu.
Meskipun berhasil diatasi, tapi tidak menutup kemungkinan terjadi seperti yang terjadi di Porong bukan?, dan akhirnya tetap menimbulkan keresahan dan juga rasa takut. Siapa yang menjamin?
Link Terkait :

Don’t judge a book by its cover, begitu petata petitih, tapi untuk yang satu ini saya mohon maaf, tanpa membacanya saya pikir kita semua akan tahu kemana arah tulisan ini akan bermuara, bukannya sok tahu, tapi boleh kan saya mengatakan “kira-kira” saya sok tahu isi di muara tanpa membacanya, meskipun perkiraan saya tidak bisa sepenuhnya benar.
Sebuah truk tangki njomplang, minggu pagi kemarin, saya menjumpainya di pertigaan Sekarkurung, Giri – Gresik, Njomplang begitu bahasa gresiknya (baca :
Saya memang agak jarang membalas komentar di blog sendiri, itu bukan berarti saya tak membaca semua komentar yang masuk, saya membacanya, dan mencoba memahami. Seperti 







</
Komentar Terakhir