Saya tak tahu bagaimana membaca angka-angka yang membentuk statistik yang digunakan sebagai parameter kemajuan suatu daerah. Dan lagi, darimana saya bisa mendapatkan data seperti itu, apa kepentingan saya, sok peduli atau hanya sekedar iseng.
Anggap saja saya usil, kurang kerjan, bisanya cuman mebanding-bandingkan, dan pergi rame-rame kemarin ke lokasi yang sebelumnya telah saya kunjungi dua kali itu tak segera membuat saya bosan, atau lebih tepatnya sudah tidak ada pilihan lain, karena memang kita tak memiliki lokasi wisata lokal yang sedikit bisa membuat kita melepaskan diri dari kepenatan rutinitas keseharian.
Pantai Delegan Gresik, tak ubahnya seperti WBL dulu, entah menunggu apa, siapa yang mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan atau memang mereka tak tahu akan dikemanakan, seperti halnya ketidak tahuan saya akan dinas terkait dan sibuk apa saja mereka.












Semoga tulisan ini menggugah mereka yg semestinya bertanggung jawab akan hal ini cak….salut buat njenengan yg tiada henti meneriakkan kata hati menuju rakyat madani…..
Gresik Klo di bangunkan tempat wisata/hiburan ? heeemmmm..
Kata Mbah nya, bisa jadi ajang maksiat.
piye kabare mas?????…makanya mas ..belajar yang pinter..terus kerja keras..biar kaya ato jadi pejabat..ntar uneg2 anda bisa diwujudkan dengan tangan dingin anda..soalnya yang saya tau..banyak blogger yang hanya bisa mengoreksi dan memaki..dan itu tidak berarti apa2 serta hanya jadi bahan bacaan disaat iseng aja
Begitulah ….. Mau bilang apa ….. yach….. sudahlah ….
di gresik, selain wisata kuburan ga rame cak…
mungkin…