“jamput!, Kenapa kerjaan semakin hari kok semakin rumit dan tidak ada habisnya, lha orang kayak kita kapan bisa kerja santai mas, mestinya tambah usia kerjaan itu bukannya semakin ringan?, kapan saatnya kita menikmati hasil kerja kita itu mas?”.
Saya bukan orang yang berkemampuan untuk menjawab, apalagi saya ini bukan pemilik pabrik, mungkin saja akan berhenti sendiri setelah cacing perut yang kita pelihara selama bertahun-tahun itu pada males nggiling lagi.
“Lah apa kita mau seterusnya begini mas?”, waduh, sayapun ndak tahu kapan saya begini terus, ndak pernah tersinari matahari pagi dan ndak pernah melihat yang namanya sunset, entah, sekarang tenggelam di barat atau sudah berubah arah, sudah ah jangan menambahi keluhan saya dengan keluhan sampean mas, lebih baik kita kerjasama saja, sampean mengerjakan kerjaan sampean dengan sabar dan kerjaan saya sampean yang mengerjakan dengan sabar pula, biar ndak bosen, gimana mas?.
“Hancurit!, lah wong kita ini sama-sama buruh from seven to five!“










Komentar Terakhir