Dibalik riuh pesta pengangkatan kemarin ada juga menyimpan berjuta kesedihan, saya mungkin diantara sekian banyak yang diam, layakkah semua nafsu terpenuhi ketika pita suara kesedihan itu berbisik serak dan lirih di telinga kiri.
Kemana sepatutnya dipertanyakan, ternyata kebahagian itu tak pernah kokoh, diapun berdiri dengan congkaknya di antara isak tangis kesedihan, dia membutuhkan kesedihan yang lain untuk membuatnya anggun terlihat, kebahagiaan apa saja, siapa saja yang mengalami, tak peduli seorang yang sok religius sekalipun. Apalagi seorang pleca-plece seperti saya.
Dan tetap satu hal yang berat yang harus saya junjung tinggi adalah suatu perbedaan, persepsi, Boleh saja sampean membantahnya!.
“Masalah nyata bagi kita adalah hati dan batin manusia, adalah lebih mudah mengubah sifat plutonium dibandingkan dengan merubah sifat ke-setan-an dalam diri manusia “ agh… si tua Einstein pun pernah menyampaikannya.
Thanks to Yugo!, atas potokopianmu!!!










Komentar Terakhir