Bank Nggak Nerima Lumpur

Saya tak pernah menulis tentang bagaimana kumpur itu telah membunuh sekian banyak penghidupan para korban disana, dan inipun mungkin sudah menjadi cerita yang basi, dan sayapun tidak punya kemampuan untuk menuliskannya, anda bisa mendapat dongeng itu disini dan lagi blogger senior itu sudah menceritakannya dengan sangat cerdas disini, disini, dan yang terbaru dan mungkin sudah tidak akan kita temukan lagi tulisannya, karena bagaimana judhegnya mengkritik mereka yang budheg.

Jangan hanya bisa menghujat, kasih solusi dong!, ah… tak cukupkah tim-tim yang notabene katanya qualified untuk menanganinya?

“Sabar mbak” hanya itu yang bisa saya sampaikan ketika seorang teman lama menghubungi saya beberapa waktu yang lalu, yang berniat pindah cari lokasi dengan menjual mobil keluarga satu-satunya sebagai uang muka. “mbak, bukankah rumah sampeyan itu masih jauh dari lokasi semburan?”, “jauh gimana mas, lha cuman 6 km, iya kalo sementara lha kalo 30 tahun nggak berhenti apa nggak sampai rumah?”, “lho apa nggak sebaiknya dijaminkan aja ke bank rumahnya?”, “lha bank mana mau nerima?, bank sudah nggak ada yang mau, jual mobil itu satu-satunya yang bisa suami saya lakukan”.

Buat mbak Utami dan keluarga korban yang lain, arrggh…!, nggak tahu lagi mesti ngomong apa untuk membuat mereka sedikit tenang.

26 Tanggapan ke “Bank Nggak Nerima Lumpur”


  1. 1 ndarualqaz Agustus 12, 2007 pukul 4:36 pm

    HOOOOOOOREEEEEEEEE……PERTAMAX…..

  2. 2 ndarualqaz Agustus 12, 2007 pukul 4:37 pm

    maap pak, saya teerlalu senang dapet pertamax, sampe tak sempet mbaca postingan….

    saya ikut mendoakan untuk para korban lumpur lapindo, semoga semua ini mendapat balasan yang baik dari tuhan….

  3. 3 p4ndu_Y4m4to Agustus 12, 2007 pukul 5:27 pm

    Yah, kita do’akan saja semoga bencana itu segera berakhir. Kalau tidak, bisa-bisa transportasi dan perdagangan Surabaya mati total. Nah, jika itu terjadi, maka dampaknya akan meluas ke seluruh Jawa Timur.

  4. 4 Sugeng Rianto Agustus 12, 2007 pukul 6:55 pm

    Lumpur lapindo?! hmmmm….
    Penanganan yang belum maksimal oleh badut-badut Penguasa, sehingga kasus lumpur lapindo berlarut-larut dengan waktu yang tak menentu.
    Entah musti ngomong apa lagi cak, lha wong mereka budheg je.

  5. 5 Anang Agustus 12, 2007 pukul 11:25 pm

    semoga masalah ini lekas usai.. amin

  6. 6 alex Agustus 13, 2007 pukul 12:29 am

    Untuk HUT RI kali ini, kenapa tidak kumpulkan lumpur-lumpur itu dalam drum-drum yang banyak, terus bawa ke Jakarta dan hamburkan depan istana negara yang megah itu?
    Atau… kirimkan sebanyaknya sebagai minuman untuk jamuan makan malam yang biasanya nauzubillah borosnya!

    *geram*

  7. 7 Kang Adhi Agustus 13, 2007 pukul 9:16 am

    Ironisnya: Komisi Konstitusi punya gedung baru. Biaya pembangunan 169 milyar. Baca kompas hari ini.

  8. 8 ayahshiva Agustus 13, 2007 pukul 2:24 pm

    wah payah juga neeh, memang sudah gak ada lagi hati nurani di kalangan petinggi bank tersebut yang menolak

  9. 9 deking Agustus 13, 2007 pukul 6:03 pm

    Ternyata “bau” lumpur itu memang tidak enak ya? Buktinya rumah pun jadi tidak berharga karena berbau lumpur
    BTW baca komentarnya Kang Adhi jadi tambah ngenes saja…

  10. 10 Neo Forty-Nine Agustus 13, 2007 pukul 6:04 pm

    Tururt berduka cit untuk semuakorban lumpur…..

  11. 11 macanang Agustus 13, 2007 pukul 9:19 pm

    oalah, mbok ya segera diganti gitu lho, jadi jelas siapa sebenernya kaya dan siapa yang miskin duwe utang gak dibayar2..

    korban lumpur tabahkan hatimu, tetep berjuang

  12. 12 venus Agustus 14, 2007 pukul 8:26 am

    lumpur kucrut itu ya? arggghhhhhh….mbuh!! mbuh!!! judheg!!!!!

  13. 13 vino Agustus 14, 2007 pukul 4:14 pm

    mentang2 yang punyanya menteri.pemerintah diem wae
    sedih yah

  14. 14 indra kh Agustus 15, 2007 pukul 1:45 pm

    Sedih membaca ceritanya. Turut prihatin kepada para korban lumpur. Semoga masalahnya bisa segera usai.

  15. 15 mamaendang Agustus 15, 2007 pukul 9:47 pm

    menangis aku saat menulis ini, orang tuaku termasuk warga Sidoarjo yang lokasinya 10km dari porong, tapi anehnya mereka disana tenang2 aja dan ga berniat untuk pindah, kami disini sampai habis akal untuk mebujuk mereka untuk pindah, ah…. ternyata aku bukan anak yang luar biasa!

  16. 16 undercover Agustus 15, 2007 pukul 10:52 pm

    Pak, bank dengan temennya bapak sama-sama korban. temen bapak gak bisa menjaminkan rumah, sedang bank nya sendiri sebentar lagi mo gulung tikar karena gak ada lagi titipan uang nasabah.

  17. 17 telmark Agustus 16, 2007 pukul 9:26 pm

    padahal katanya SBY sudah datang dan memberikan instruksi tertentu. :( salah satu contoh, bahwa kita belum sepenuhnya merdeka.

  18. 18 alex Agustus 17, 2007 pukul 6:59 am

    padahal katanya SBY sudah datang dan memberikan instruksi tertentu. :(

    Oh, ya… tentu saja! YBS™ sudah datang dan memberikan instruksi tertentu. Tentu instruksi yang “lohis dan stratehis™” adanya.

    So what? Cukup dengan instruksi saja?! Tuan Bakrie kena efek apa dari instruksi itu? Nothing! Yang Mulia Aburizal Bakrie masih bisa sumringah gelar-gelar Bakrie Award. Sementara dari genangan lumpur Sidoarjo ada berapa banyak Bakrie-Bakrie lain yang kehilangan bukan hanya tas hitam dari kulit buaya atau sepeda kumbang dari jaman Jepang. Jalanan bukan lagi berlubang, tapi berlumpur dalam. Cukup untuk mengubur belasan kerbau-kerbau sebagai sesajen orang2 yang percaya mistik.

    YBS™ terlalu takut dengan konsekuensi politis… padahal rakyat akan sedia dibelakangnya jika ia mau sedikit gambling dalam hal ini.

    Yeahh.. yeahh.. ini cuma ocehan bekas aktivis kesiangan™ :|

  19. 19 Domba Garut! Agustus 18, 2007 pukul 12:45 am

    Buat para korban, semoga bisa terus diberi kekuatan dan jalan keluar oleh Gusti Alloh, yang dzalim itu biasanya ganjarannya beraaat nantinya.

  20. 20 masbro Agustus 18, 2007 pukul 2:15 am

    Bpk.Yth PenanggungJawab Lapindo

    Coba,
    1. Pakailah kacamata kuda (biar tetep on focus) masalah yang ada
    2. Pakailah Hearing Aid (biar lebih terdengar) teriakan kami
    3. Lepas sarung Anda (jangan meringkuk saja di atas SepRingBed)
    4. ada tambahan,….???

  21. 21 Yari NK Agustus 18, 2007 pukul 11:44 am

    Ya udah,
    kalau gitu, kita balas saja, kalau banknya kena lumpur, nanti kita jangan mau nabung di bank itu, kalau udah terlanjur nabung di situ yang kita tarik rush ramai2, biar ngerasain tuh bank! Hehehe… :D <—–(komentar bodoh)

  22. 22 anas Agustus 18, 2007 pukul 5:29 pm

    Yap, semoga, semoga mereka segera diberi kemudahan dalam menghadapi cobaan ini.

  23. 23 funkshit September 10, 2007 pukul 7:13 pm

    semoga pemerintah dan para pekerja diberi kemudahan dalam membereskan masalah lumpur ini

  24. 24 Tonas Nopember 1, 2007 pukul 12:00 pm

    Salam Kenal,

    Kalau boleh nimbrung ttg “Bank ndak nerima Lumpur” itu menandakan bahwa bagaimanapun BANK baik yang nama-nya pakai Syariah Khek, Pemerintah Khek, apalagi yg lainnya tetap tidak akan pernah lepas dari dasar-nya, Yaitu : PROFIT ORIENTED ( Keuntungan ), Sehingga selalu bekerja dan berpikir bagaimana caranya memperoleh keuntungan, baik dalam keadaan ada musibah maupun tidak, oleh krn itulah Bank akan mencari celah keuntungan di balik itu semua. Kalau dirasa tidak menguntungkan maka bank tdk akan memberikan pelayanan, begitu pula sebalik-nya. Dan untuk kasus lumpur ini Bank sdh paham kalau yg dihadapinya ini bukan sekedar Alam ( Lumpur-nya ) akan tetapi ada Big-Mafia ( Minarak, BP-BPLS, Pemerintah Daerah ) disana, maka bank akan mengambil sikap save untuk dirinya.

    Salam

  25. 25 market noutbuki asus Januari 30, 2008 pukul 5:52 pm

    прдажа ноутбуков самый маленький мощный ноутбук ноутбук программа экономии энергии ноутбук bmw маркет ноутбуки asus ноутбук benq joybook p41 r29 ремонт ноутбуков sony москва ноутбук benq joybook s73g r75 проблемы ноутбук asus драйвер


  1. 1 Telmark. Lacak balik pada Agustus 16, 2007 pukul 9:26 pm

Tinggalkan Balasan




Tentang Diri

Hanyalah manusia biasa yang pengen mencurahkan apa yang ada didepan mata, serta isi kepala yang mulai enggan mengingat. Media untuk mencurahkan isi otak dan curhat, silahkan tinggalkan pesan anda disini

E-DEMO (Eko Kussa Putra)

Kunjungan

  • 54,468 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Your Status

IP

Banner as Mission

Berdiskusilah secara dewasa...