Kata Ma’af Lebih Berat Dari Sebungkus Rokok!!!

Ya memang belum Idul Fitri, tapi kata “ma’af” akhir-akhir ini jadi sering saya temui ketika jalan-jalan kembali ke blogosphere, diantaranya ini dan yang terakhir dari ini, banyak yang mengucapkan kata ma’af entah kenapa sebabnya, mungkin karena NT2007, atau apalagi sebab-sebab yang lain, seolah kata ma’af jadi kata obralan murah, bahkan gratisan. Eits… tunggu dulu, bukankah seharusnya demikian?

Terlepas dari ucapan ma’af yang tulus ikhlas atau sekedar terkesan santun, dan… ah saya nggak mau terjebak dalam perdebatan seperti ini, Saya hanya ingin mengungkapkannya dalam tulisan ini yang terkesan minim dan subjektif. bagi saya kata ma’af, terdengar lebih sering diucapkan oleh mereka orang-orang barat yang sudah terlanjur diberi label oleh orang-orang berjanggut kita dengan label pemilik budaya buruk. Padahal?

Bagi orang seperti kita atau terlebih saya pribadi masih sangat diliputi ego untuk mengucapkan kata ma’af ini, jadi nggak gampang meminta ma’af, “lha gimana mereka yang salah, kok! aku yang disuruh minta ma’af” itu kalimat yang menjadi hijab untuk mengatakan ma’af bagi saya, lha anda? tentu beragam alasan yang menghalangi kita untuk mengucapkan kata itu, padahal orang yang mendegar ucapan ma’af kita, nggak tahu dan nggak mau tahu apakah permintaan ma’af kita itu disampaikan dengan tulus atau tidak, walah, entahlah!, kira-kira begitu!.

Kata ma’af bukan serta merta menempatkan label salah” pada diri kita, ini yang keliru!, sehingga kita merasa bahwa yang salah pantas untuk dihukum gantung, sehingga seringkali kita mencari kambing hitam untuk megalihkan kesalahan kita pada orang lain daripada kita ngomong “ya, ma’af saya memang yang salah!”. Bukankah mengucapkan kata ma’af itu lebih ringan dan gampang? kenapa saya sulit meminta ma’af?

akh… ternyata….. kata ma’af itu lebih berat dari sekotak rokok dikantong saya.

 

30 Tanggapan ke “Kata Ma’af Lebih Berat Dari Sebungkus Rokok!!!”


  1. 1 mbah keman bersabda Mei 1, 2007 pukul 12:18 am

    kalau menurut simbah untuk kasus tertentu maaf itu tidak perlu di ucapka tapi ditiadakan dengan ganti..kembalikan seluruh harta Negara yang di korupsi…Hukum gantung koruptor …dan berikan pengawasan khusus untuk keluarga koruptor supaya…menjadi pelajaran untuk koruptor2 junior lainya…

    untuk kasus seprti di atas..mengakui kekeliruan adalah…lebih dari kata maaf

  2. 2 Mr. Fulus Mei 1, 2007 pukul 12:45 am

    Psikologi orang kecil lebih mudah minta maaf kepada yang lebih gede agar tidak diinjak. Tidak peduli kedudukannya benar atau salah, yang penting minta maaf.
    Tapi lain lagi orang gede, harga diri lebih berharga dari pada harga korupsi. Sudah jelas korup, tetap saja ingin diakui bersih. Di sinilah pilihan sulit, menyerahkan harga diri atau menyerahkan harga korupsi?
    Lagi-lagi orang gede otak busuknya juga gede. Mereka punya kuasa untuk tidak memilih salah satunya. Caranya? Sogok saja orang-orang yang lebih kecil untuk mengatakan dirinya bersih. Dan pasti banyak yang mau, bukankah psikologi orang kecil adalah memberi maaf kepada yang besar, apapun kedudukan benar salahnya? Mana yang patut diubah duluan? sikap orang kecil atau orang gede? Lingkaran setan!

  3. 3 antobilang Mei 1, 2007 pukul 12:46 am

    hihihi…maaf ya Cak, saya belum baca semua artikelnya..udah keburu komen aja…

  4. 4 deking Mei 1, 2007 pukul 12:58 am

    Meminta maaf memang bukanlah hal yang mudah…bahkan meminta maaf itu merupakan hal yang sangat sulit…
    Yang paling parah sepertinya semakin lama kata maaf sekarang muncul karena adanya suatu pamrih…
    Minta maaf supaya diberi….
    Minta maaf supaya diangkat jadi…
    Minta maaf bisa saja hanya menjadi sarana untuk mencari muka padahal sesungguhnya sudah tidak punya muka lagi

  5. 5 junthit Mei 1, 2007 pukul 3:25 am

    jaman sekarang jangan mudah memaafkan.. kalau kita terlalu mudah memaafkan , orang bakalan seenaknya ngerjain kita terus..

    (seperti negara kita yang sering dikerjain negara2 tetangga itu..)

  6. 6 -tikabanget- Mei 1, 2007 pukul 6:18 am

    maaf..
    saya komen yaa..
    maaf…

  7. 7 om ganteng Mei 1, 2007 pukul 7:18 am

    saya maafkan tika :D

  8. 8 alief Mei 1, 2007 pukul 12:43 pm

    mengucapkan maaf memang mudah, tapi bukan berarti boleh sembarangan berkata dan berbuat lho ya… Ntar mikire, halah gampang karek njalok maaf lak beres… (pengalaman pribadi) :)

  9. 9 kangguru Mei 1, 2007 pukul 3:05 pm

    maafkan saya
    *sambil ngasih rokok*
    apa itu maksudnya

  10. 10 wadehel Mei 1, 2007 pukul 4:03 pm

    Saya mohon maaf kalau Peyek atau siapapun pernah tersinggung atau terusik karena kata-kata saya :)

  11. 11 Hendra Ciptawan Mei 2, 2007 pukul 3:55 am

    Kata Maaf?
    Kata ini agak sering aku dengar waktu ngebuat akun di blogspot.
    Biasanya sih ini kata-kata terakhir blogger sebelum pindah komunitas atau mengcancel akunnya.
    Maksudnya juga nggak tahu buat apa::

    Nah, yang jadi masalah…. pak Peyek cenderung kemana nih artian kata maaf yang ditulis disini?
    A. Yang minta maaf emang berbuat salah…. ngakuin kesalahan dan mau minta maaf sama yang dibuat salah sama dia?
    B. Nah…. paragraf satu yang kumaksud diatas (kata-kata terakhir sebelum mengcancel akun) :(

  12. 12 aVank Mei 2, 2007 pukul 5:25 am

    nah ntu dia
    kalo dibalik misalkan gimana?
    “Sudah saya maafkan kamu”

  13. 13 peyek Mei 2, 2007 pukul 7:32 am

    @ mbah keman bersabda
    untuk kasus seperti itu sepertinya kita semua sudah sepakat tuh mbah

    @ Mr. Fulus
    wah masa sudah separah itu, yang harus dirubah? ya mulai dari kita, jangan mau disogok!

    @ antobilang
    gak popo mas…

    @ deking
    bener tuh mas

    @ junthit
    lha itu susahnya, jadi gimana mas?

    @ -tikabanget-
    monggo!

    @ om ganteng
    lha itu sudah dimaafin sama si om ganteng

    @ alief
    lha kok podho ae karo aku tho cak!

    @ kangguru
    wah, nyogok ya mas

    @ wadehel
    bukankah pencerahan dari anda tho…

    @ Hendra Ciptawan
    kalo ngomong kecenderungan, yang pertama deh, soalnya nggak pernah kebayang pindah account dari wp tuh he…he…he..

    @ aVank
    wah bukankah lebih bijak? memaafkan lebih sulit dari pada minta maaf, iya khan?

  14. 14 Evy palsu Mei 2, 2007 pukul 1:45 pm

    hehehe si chika nulis kata terimakasih pak peyek maaf2an… orang2 maaf2an itu gengsi pak, nunggu klo lebaran, dianggapnya dosanya bisa di cuci bersih sebulan syawal itu pada rajin maaf2an… bulan lain ya kumat lagi…

  15. 15 syifa Mei 2, 2007 pukul 1:46 pm

    ya ma’ap…!
    [versi becandanya...]
    maaf-maaf saja, saya bukannya ga menghormati, tapi…
    [ini siy rada ngelecehin beneran]
    maaf, boleh saya nanya?
    [kalo buat orang jawa, maaf banyak dipke tuk sopan santun n basa-basi]

  16. 16 peyek Mei 2, 2007 pukul 3:47 pm

    @ Evy palsu
    iya nih mbak!
    btw, wis pindah tho mbak?

    @ syifa
    terus yg bener versi yg mana ya, mestinya versi serius kan? lha orang jawa menyebutnya sebagai basa-basi, giman kalo orang barat? kan sering nyebut I am sorry, I am sorry! gimana tuh?! he…he..he…

  17. 17 cK Mei 2, 2007 pukul 4:26 pm

    walah…komenku kok ilang? kayaknya masuk akismet deh. mas peyek…bebasin doonk… (kualat karena nyepam mulu)

  18. 18 Roffi Mei 2, 2007 pukul 5:18 pm

    maaf saya baru mengunjungi tempat boss gresik lagi..

    ayo kita merokok sama²

  19. 19 kurtubi Mei 3, 2007 pukul 11:41 am

    daripada meminta maaf mendingan memberi maaf
    bukankah konon memberi maaf itu lebih baik
    jadi, dengan saya memberi maaf padamu mas
    berarti sebungkus rokokku mengalir buatmu heheheh
    suka rokok apaan mas nggresik…?

  20. 20 peyek Mei 3, 2007 pukul 1:17 pm

    @ cK
    weleh nggak ada tuh dah tak obrak-abrik

    @ Roffi
    hayo, lha kopine mas?

    @ kurtubi
    setuju mas, rokok? ah pengen tahu aja mas!

  21. 21 guss Mei 3, 2007 pukul 5:54 pm

    bahkan mungkin lebih berat dari “sebatang” rokok, karena pertimbangannya adalah ego yang makin hari makin berat , lebih berat dari bongkahan besi yang berkarat…
    refleksi kesombongan yang telah mendarah daging

  22. 22 telmark Mei 3, 2007 pukul 10:57 pm

    maaf, saya terlambat.

  23. 23 peyek Mei 4, 2007 pukul 9:22 am

    @ guss
    wah bener banget mas

    @ telmark
    apanya mas? he..he…

  24. 24 ndarualqaz Mei 4, 2007 pukul 2:30 pm

    tapi ada yang lebih berat dari kata maaf pak, kata ‘terima kasih’

  25. 25 anas Mei 5, 2007 pukul 1:57 am

    Iya memang saat kita berada pada pihak yang meminta itu kita merasa kalau kita itu orang yang hina, pantas diinjak-injak. Karena kondisi bangsa yang dididik oleh TV yang menomorsatukan gengsi, jadi tambah nyeremin deh tuh kata untuk diucapkan.
    Salam kenal ya pak

  26. 26 destiutami Mei 9, 2007 pukul 6:00 pm

    Maaf, baru mampir. *pletak!!*

    he..tapi saya males juga kalo dengar kata, “Maaf, bukannya sombong. Tapi kemarin bapakku baru naik pangkat.”

    Pletaakk(lagi)!! *kali ini saya yg nimpuk* :P

  27. 27 peyek Mei 9, 2007 pukul 10:12 pm

    @ ndarualqaz
    ya…setuju

    @ anas
    bener tuh, kadang kita terobsesi banget sama tontonan.

    @ destiutami
    hahahaha iya ya ada juga penyelewengan kata maaf

  28. 28 Shan-in Lee Mei 15, 2007 pukul 8:58 am

    Alangkah baiknya apabila ‘maaf’ diucapkan oleh kedua belah pihak.

    Ada 2 hal yang paling susah diucapkan di dunia ini, yaitu meminta maaf dan mengucapkan terima kasih. Terlebih lagi jika perasaan kita sedang kesal.

    Meminta maaf, tidak harus ketika KITA MERASA BAHWA KITA SALAH. Namun ketika KITA MERASA BAHWA ORANG LAIN TIDAK SUKA DENGAN SIKAP KITA. Walaupun kita merasa benar menurut pembenaran kita, tak ada ruginya mengucapkan, “Maaf ya kalau sekiranya saya keliru.”

  29. 29 peyek Mei 15, 2007 pukul 10:08 pm

    @ Shan-in Lee
    pelajaran berharga!, saya yg tiap hari jadi jongos orang bule sering mendengar kata “Sorry” dan “Thanks” setiap mereka memulai atau mengakhiri pembicaraan, lha kita yang mengaku orang timur terkenal dengan kesantunannya, tapi jarang sekali mendengar kata-kata seperti itu

  30. 30 Arwen Juli 4, 2008 pukul 3:20 pm

    Mengucapkan ma’af memang mudah.Tapi itu manjadi sulit jika ada di pihak yang harus meminta ma’af.Terlebih jika kita menyakiti orang yang kita sayangi,dan orang tersebut menjadi berubah sikap pada kita,itu adalah hal yang menyakitkan hati.
    Saya juga berbuat salah pada orang yang saya sayangi.Sekarang dia tak mau lagi menatap muka saya.Namun cepat atau lambat saya akan minta ma’af.And don;t care again apa yang dia rasakan pada saya.Saya akan pergi dari hidupnya untuk selamanya dan tak akan pernah kembali.
    Apa tindakan saya tepat??????????????????????

Tinggalkan Balasan




Tentang Diri

Hanyalah manusia biasa yang pengen mencurahkan apa yang ada didepan mata, serta isi kepala yang mulai enggan mengingat. Media untuk mencurahkan isi otak dan curhat, silahkan tinggalkan pesan anda disini

E-DEMO (Eko Kussa Putra)

Calendar

Mei 2007
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Kunjungan

  • 35,559 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Your Status

IP