Bukan senjata buat perang beneran!, yang jelas masih tentang mereka yang punya kepentingan di IPDN dan senjata perang yang mereka punya demi berlangsungnya kehidupan dan terisinya lumbung-lumbung padi mereka di kampus itu.
Bagaimana perjuangan para blogger lewat petisi dan tulisan-tulisan untuk meneriakkan pembubaran IPDN seperti bambu runcing melawan senjata mesin otomatis yang bisa memuntahkan ribuan peluru mematikan dalam hitungan menit. Bagaimana tidak, tak semua blogger berdiri dalam satu barisan, kita tahu itu, ditambah tulisan segelintir penguasa yang begitu mudah dimuat diberbagai media cetak, dan jutaan rakyat yang tak punya koneksi internet membaca tulisan mereka yang wah. Tak patah semangat meski dengan bambu runcing, maju terus! demi pembubaran IPDN.










Komentar Terakhir