Sebenarnya ini lebih ke pertanyaan daripada postingan, karena saya termasuk yang buta soal hukum, Kemarin saya mau posting, tetapi ketika saya baca ulang, isinya kok terkesan penghinaan, murahan, basi dan penuh pencelaan tanpa rasa kemanusian pada salah satu instansi/institusi pemerintah kita.
Takut digelendeng aparat? enggak sih, tapi….yah gimana lagi, saya adalah blogger pemula, dan mungkin telat informasi. Apa yang terjadi pada rekan kita ini ?, oh ya gimana kelanjutannya ya ? saya sudah tanya om google dengan keyword berikut ini “blogger hukum” tapi nggak nemu juga atau anda bisa memberi saran keyword yang tepat? satu lagi yang ngomong soal ini ada disini, makanya sebelum posting, saya pengen ngerti dan tahu betul sampai dimana blogger bisa bebas mengekspresikan karya tulisnya atau dengan bahasa ekstrem menghujat tanpa pertanggungan jawab kepada pemerintahanan negerinya yang sedang sekarat. Freedom to speech lah ! atau bebas asal bertanggung jawab?
Tanpa pertanggungan jawab? ya gimana lagi, toh banyak diantara kita para blogger yang melakukan analisa menurut kita sendiri , kan terserah orang mau percaya apa enggak, seperti yang dilakukan ibu dokter ini, meskipun nggak ada hubungannya dengan politik sih!, bisa jadi kita para blogger, eh ma’ap! saya pribadi toh nggak punya banyak waktu buat survey detail, sehingga apa yang saya tulis bisa dipertanggung jawabkan secara hukum di negeri ini.
Atau ada blogger yang ahli hukum? yang bisa bantu kita ketika tersandung hukum? atau paling tidak yang spesifik tentang blogger dan hukum.
Demikian uneg-uneg hari ini, Ada Saran??










Perkembangan blog memang menarik. Awalnya hanya untuk orat-oret pribadi dan dimuat didunia maya. Karena ia sifatnya pribadi memang menjadi tak ada kaitannya dengan orang lain. Namun belakangan memang blog bervariasi banyak sekali. Ada blog yang isinya analisa atau kritik poltik dan kadang “menyentuh” hal-hal yang peka. Saya tidak tahu apa sudah ada aturan yang mengatur blog. Tapi menurut saya, seperti yang anda katakan, tanggungjawab “pribadi” menjadi acuan saat kita menulis.
duh males baca soal hukum, apalagi udah somasi-somasian
iya ya, saya setuju ada blogger ahli hukum yang ikutan berbagi. Lengkap dengan penjelasan pasal demi pasal. Setidaknya kita-kita tahu batasannya.
kalau soal penghinaan dan sebagainya itu kalau gak salah termasuk delik aduan. Jadi kalau gak ada yang ngadu ya polisi gak akan nangkep sampeyan cak. Betul gak ya? Ayo ahli hukum belum ada yang comment nih.
@ Thamrin
aturan menulis yang tidak melawan hukum, itu kira-kira poin yang pengen saya ambil.
@ kangguru
begitulah pak jadi tambah ribet, sudah blog sendiri, masih ada saja yang resek!.
@ cakmoki
iya pak, blog dokter sudah bertebaran dimana-mana, terus tinggal konco-konco hukum ki pak sing ra onok.
@ Kang Adhi
sepertinya jadi tambah melebar kang, jadi…ngadu nggak ngadu itu parameternya apa ya kang?, mungkin inilah yang menjadi batasan-batasan blogger untuk menulis, jadi ini yang saya pengen ketahui kang.
Waduh pak Peyek, iku lak analisa-ku dewe ya musti ku pertanggung jawabkan kepada diriku sendiri, aku udah bilang itu awur2an ga ada segi ilmiah sama sekali, kalau blog ku mau di obok2 misale dari segi hukum yg mengandung ilmu aku ngawur ngajari sing salah ttg sikat gigi atau penyakit mulut tanpa dasar ilmiah dan literature yg adekuat, misale lek loro untu ga kuat obate baygon…, nah iku silahkan tangkep aku…itu ga bener aku pertanggungjawabkan lahir bathin. Tapi mboh sih di US org bebas mau masang foto bush pake bikini yo ga di tangkep tuh… ntar coba tak posting ttg kebebasan njeplak di US
Waduch…ada polisiblog gak ya?
*tengok kanan-kiri*
Wah, jadi lahan bisnis antobilang untuk bikin banner polisiblog nich
Saya dulu pernah baca blog-nya mas Priyadi yang ngebahas soal aspek hukum. Oleh beliau dan teman2nya disarankan kita untuk memasang disclamer. Saya juga comot dari blog mereka untuk menuliskan disclamer tersebut.
Kita bisa di-somasi, dituntut tapi belum tentu bisa dihukum kan?
Setahuku, pasal2 seperti pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan itu pasal karet yang nggak jelas.
Tapi untuk amannya namanya disamarkan aja…
hehehehe……….
@deking
hahaha…
aku udah banyak kerjaan mas…hehehe…belum lagi spionase yang kau tugaskan itu belum kelar juga.
@ Evy
Iya..iya…buk, ojo nesu dhisik, iku lak contoh mbak! yo wis tak enteni tulisan sampeyan tentang freedom of speech di Amerika, tak enteni lho mbak, penting kanggo awake dhewe ning kene.
@ deKing
Polisi blog? he..he…he.. lucu-lucu, mending polisi blog mas paling kita cuma dicerca balik, lha kalo polisi beneran, wah bisa digunduli habis kita mas.
@ erander
Disclamer? wah ternyata penting juga ya.., terus posisi secara hukum gimana mas, dengan memasang disclamer kayak gitu terus kita bisa bebas menulis dan terlebih lagi bebas dari segala jeratan hukum?
@ d-nial
kalo kita menulis di blog kita sendiri, jelas nggak bisa disamarkan kan mas?
untung jenengku samar,he..
tapi kata penasehat Republik Mimpi Gus Pur, “jika memang pemerintahan yang dijalankan kuat (dalam arti bener) pelecehan, parodi dan sejenisnya juga akan mati sendiri”. Kata GusPur lho itu, jadi ga perlu somasi2an
Saya pernah tahu ada kok yg ahli hukum ngeblog polisi juga ada tapi lupa urlnya… *gini kok ditulis yah*
dengan maraknya citizen journalism kaya gini, kayaknya bakal ada RUU tentang itu deh
doain aja mudah2an enggak, biar kita bisa dengan bebas mengkritik siapa saja. ckckck..bahkan ada yang kadang mengkritik Tuhan.
@ antobilang
baru tau klo ada polisi blog, he..he..he…
@ ..:X W O M A N:..
masa sih, wah mati dong sandang pangannya
@ helgeduelbek
ditunggu pak urlnya
@ kakilangit
wah berarti di kebebasan kita bakal terpasung kembali.
segi hukum, setahu agor yang buta hukum, kita menganut prinsip pembuktian. Dan kertas fotocopy saja nggak bisa diakui sebagai bukti, apalagi yang ada di dunia maya….
eh, eh, si momon iki koncoku. horeee…hidup momoooon…!!
..keder juga kalo gara2 blogging digelendeng aparat. mudah-mudahan ga kejadian lah..
@ agorsiloku
apa iya mas, info lengkapnya donk!
@ venus
momon sopo tho mbok? hore juga!(pura-pura tahu)
@ grandiosa12
kan dah kejadian mas, kayak link saya diatas
coba deh buka blognya Anggara, namanya Anggara Online. Dia tuh lulusan hukum Unpad, dan sering banget ngeblog di bidangnya. Mengenai URL blogger-blogger hukum lainnya, ada di blogroll-nya dia.
BTW, aku sih sebenernya juga berlatar belakang hukum, cuman entah kenapa masih males untuk ngeblog di bidang tersebut. Masih enjoy ngeblog dengan bahasan ngalor-ngidul, sama nulis-nulis puisi di Anggrek Biru
@ argosiloku & semuanya:
BTW, alat bukti elektronik sudah mulai bisa diterima di Indonesia… mungkin rekan-rekan bisa simak kasus-nya Dany Firmansyah yang dulu ngebobol situsnya KPU dari tempat kerjanya. CMIIW.
sebenernya kita ga perlu takut ngeblog kena ciduk aparat kepolisian, sepanjang kita bener-bener tahu batasannya. Selama beropini aja sih aku rasa masih aman-aman aja, asal jangan sampe mengarah pada hal-hal yang bisa dianggap penghinaan terhadap pejabat Negara. Dalam kasus yang ditautkan diatas (ke detikinet), itu kan karena dia menvisualisasikan suatu gambar yang telah di montase (edit), yaitu gambar bambang Tri dengan mayang diganti gambar bambang tri dengan foto Presiden.
Sebenernya bisa aja sih kemudian kita beropini, bahwa gambar montase tersebut hanya sebatas joke untuk kesenangan, tapi dalam hal ini, hal tersebut riskan dan cenderung melecehkan, terutama untuk Negara seperti Indonesia.
@ Ken Reidy
wah, terima kasih banyak mas, komentar dan link yang anda berikan sangat berguna bagi saya, sekali lagi terima kasih.
hummmmmm….
kira-kira tulisan-tulisan Wadehel kena hukum gak yah? soalnya nyeleneh banget
namanya juga wadehel… What The Hell…
@ Nova
iya nyeleneh, tapi apa sudah menghujat institusi kita?
@ Heri Setiawan
oh…tak kirain artinya laki-laki suci, he…he..h..e..
soal penghinaan ada dua macam, pertama penghinaan yang ditujukan bagi pejabat-pejabat negara dan juga penghinaan yang ditujukan kepada warga negara biasa. Penghinaan yang kedua ini yang masuk delik aduan, sementara jenis penghinaan yang pertama masuk kategori delik biasa, artinya tanpa aduanpun, polisi bisa langsung memprosesnya. Namun berdasarkan putusan MK jenis penghinaan terhadap kepala negara sudah dinyatakan tidak mempunyai kekuatan mengikat lagi sebagai hukum. artinya Presiden sudah sama dengan warga negara biasa dan bila merasa terhina maka dia harus melaporkannya kepada kepolisian.
Namun perdebatannya apakah, penghinaan ini adalah penghinaan secara pribadi atau yang diserang kebijakan pemerintahnya? Disini perlu ada kejelian dari aparat penegak hukum untuk dapat memisahkannya secara terang
Btw, salam kenal
@ Pak Reidy orang hukum juga toh….
Kok back to New Order Era….ya? bahkan kini lebih canggih, karena merayap di dunia maya…. apa sesunuhnya yang sedang terjadi?
@ anggara
berarti tetap ada kemungkinan terjerat hukum ya pak?
@ mrtajib
nggak tahu kang! lha kenyataan yg terjadi demikian
Buat blogger semua na??
Masang blogging di nett emang delik aduan, tapi aduan untuk dunia cyber blom ada aturan main nya dan sepanjang aturan main blom ada maka aduan sulit untuk diverbalistn oleh penyidik, karena karakter delik yang satu ini agak unik dalam pembuktian, kalau dipaksakan pembuktiannya maka ajaran-ajaran hukum yang ada sekarang banyak yang akan dilanggar, seperti locus delicti, tempus delicti dan subjek hukum yang akan dijadikan objek hukum sulit untuk ditetapkan karena, bisa saja orang yang bikin tulisan blogger bukan orang yang sebenarnya, nah sulit toh pembuktiannya:))
Makanya aturan hukum yang perlu dibuat sekarang ini tergantung kepada sistem hukum dinegara kita ini yang mengarah ke eropah continental, sementara cyber atau teknologinya dari negara yang menganut anglo saxon, jadi mana dulu yang mau kita rubah, sistemkah atau kita bikin aturan cyber law dengan tambal sulam, seperti kabinet indonesia bersatu sekarang, he40X…udah hah capek bahasnya, nggak habis2 tuh soal cyber nih seperti teknologinya berubah setiap saat…udah dolo ya…yang mau konsul buka aja web aku http://www.lawhhp.co.nr txh