Pesta Buku Di Hari Guru

Sebuah momen kebetulan atau sebuah kesengajaan?, saya tak tahu, dan bukankah banyak peristiwa yang terjadi secara kebetulan?.

Kali ini, dua peristiwa terjadi bersamaan, yang pertama adalah Pesta Buku Murah Gresik 2010 di GNI (Gedung Nasional Indonesia) dan peringatan Hari Guru Nasional yang digelar pada minggu 7 Februari 2010 dengan dihadiri Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA di GOR Tridarma Petrokimia Gresik.

Lanjutkan membaca ‘Pesta Buku Di Hari Guru’

Station te Grissee

Karena kereta api adalah transportasi yang paling membumi dan terjangkau rakyat.

Sejenak saja,  membayangkan kembali ke Grissee kala itu, ditahun 1924, seperti yang tertera dalam arsip yang yang saya temukan di media daring Belanda. Saya tahu benar dimana stasiun itu berada, sekilas lewat dalam sekelebatan, tapi saya bisa memastikan, keadaan di tahun 1924 itu jauh lebih sedap dipandang walau sekilas dalam kenangan.

Lanjutkan membaca ‘Station te Grissee’

Mencatat Janji

Karena pelajaran akan janji itu berubah setiap hari, maka berjanji tidak selamanya menuntut untuk dipenuhi.

Ini bukan sebuah janji antar pribadi, tapi janji pejabat yang terlanjur dimuat dimedia, di baliho jalan, di selebaran koran yang terbit sebelum kita sempat membuka mata untuk menyeruput kopi pagi. Kita mungkin telah kenyang atau merasa dikenyangkan dengan janji-janji berbentuk slogan penyemangat dan serta merta mendukung, terkadang kita juga meyakinkan kepada yang lain, “inilah janji yang pasti ketika ia menjadi”, aneh tapi tidak baru dalam dunia yang semakin sempit.

Terjadi janji yang tercatat koran pagi, tapi siapa yang peduli, ketika yang mengucapkan tanpa beban dengan keyakinan tak akan ada yang menagih janji keesokan hari, tak perlu pura-pura, terang benderang sekalipun kita memang tak peduli, “ah…saya lupa berapa denda jika proyek itu tak selesai tepat waktu, saya juga lupa, berapa nilai kontrak”, Bapak tenang-tenang saja pak, kami maklum, mungkin Bapak sudah tua dan pikun, atau, sedikit saya penasaran, jangan-jangan, selama ini kerjaan Bapak hanya melamun.

Lanjutkan membaca ‘Mencatat Janji’

Bukan Oran

Gresik bukanlah Oran, tapi diskripsi tentang kota Oran itu terdengar mirip, atau Gresik adalah sebuah reinkarnasi dari Oran yang murung dibelahan Aljazair itu.

Oran, sebuah kota tanpa burung merpati, pepohonan ataupun taman dan halaman, sebuah kota tanpa ekspresi. Matahari membakar rumah-rumah yang kering dan musim hujan merupakan musim banjir yang rajin berkunjung. Penduduknya mengikuti alur rutinitas, pekerja keras dan acapkali memperkaya diri, karena yang terpenting bagi masyarakat kota itu adalah mencari keuntungan dan selebihnya adalah kesenangan, sebuah kota tanpa keindahan, bersemu dalam keseganan.

Lanjutkan membaca ‘Bukan Oran’

A-Be-Ce

Khoiri, 58 Tahun, pemilik warkop Cak Rie, di media jawa pos yang pelit tautan itu bilang, “Gresik memang miskin hiburan, tempat nongkrongpun sedikit”, Miskin hiburan, begitu dia bilang, ada sarkasme disana, di sela-sela himpitan kota yang kian sesak dengan warung-warung kopi, ia mencoba memberi yang lain kepada publik yang luas dan beragam dengan sedikit bonus serta iming-iming yang lain.

Di hari-hari seperti ini, jika yang pribadi mencoba memberikan jenis kenyamanan yang berbeda secara gratis kepada yang banyak, lalu kemana yang mestinya sudah menjadi kodrat memberikan pelayanan yang nyaman untuk publik itu berada, dan seperti sebuah pertanyaan klasik sedikit menelisik, apa yang mereka pikirkan dari hari yang telah berganti bulan dan bulan berganti tahun, serta tahun yang telah berganti periode.

Lanjutkan membaca ‘A-Be-Ce’

Chu

Panggil saja saya “Chu”, lebih singkat, tak merepotkan, karena saya mempunyai nama panjang yang agak  ribet disebutkan, terlebih bagi lidah yang tak terbiasa mengucap kata-kata dari negeri gurun pasir itu. Karena ia tinggal di nggersik, aseli blogger nggersik, dan seperti biasa, iapun mendapat panggilan sepadan, “cak chu”, chu bukan che yang dibaca Ernesto, dan setidaknya seperti arek nggersik yang lain, sedikit shakespearisme, “Chu” adalah panggilan, seperti arest(arek resek), ciplis, i’o, o’on, sogol, maka “Chu” bisa sejajar dengannya.

Tapi “Chu” yang ini sedikit mirip dengan “Che” yang dibaca “Guevara” dibelahan bumi lain, tentu saya punya alasan singkat, cepat, dan ringkas dalam mengambil kesimpulan ini, sederhana saja, karena saya telah membaca tulisannya di sebuah tabloid yang tak lagi terbit sebagai pembuka tabloid lokal berbau pembela kekerasan dalam rumah tangga. Dan “chu” seperti halnya “che” yang disana, setidaknya adalah seperti Bhisma.

Lanjutkan membaca ‘Chu’

Terbaik

Jika kata “terbaik” adalah sekedar pengakuan tanpa berjejer panjang ujian dan pembuktian, ia terdengar seperti gombalan.

Terbaik adalah membandingkan yang satu dengan lebih dari satu yang lain, apa yang menjadi ukuran terbaik, dan setidaknya ada garis tegas yang menjadi bahan perbandingan. Jika tidak, bukankah ia hanya slogan yang menyesatkan?.

Saya tak tahu bagaimana membandingkan, jika dalam teori menjual diri ini dibenarkan, saya rasa akan menjadi salah jika sebuah kepercayaan apalagi masa depan sebuah kota dengan harapan kolektif yang begitu beragam dipercayakan kepada segelintir kelompok yang siap menjual diri, apalagi ia di kerek (baca:ditarik) ke atas hanya berdasarkan sebuah kepatuhan temporer.

Tak ada aturan yang menertibkan, karena memang belum saatnya, bukanlah sebuah pelanggaran, tapi seorang teman bilang,  “ini hanya soal moral”. Lagi-lagi dengan kata “hanya”, terkesan ringan tanpa beban, dan dibalik semua kalimat “hanya soal moral” ada sebuah harapan pemakluman disana. Dengan mengambil kesimpulan cepat, apa ini berarti yang segelintir itu amoral?, simpan saja jawaban sampeyan itu, sampai saatnya yang menentukan.

Halaman Berikutnya »


Tentang Diri

Hanyalah manusia biasa yang pengen mencurahkan apa yang ada didepan mata, serta isi kepala yang mulai enggan mengingat. Media untuk mencurahkan isi otak dan curhat, silahkan tinggalkan pesan anda disini

Kunjungan

  • 64,904 Kunjungan

More

Subscribe in Bloglines

Powered by MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Add to Technorati Favorites

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Blogger Anti Korupsi

Berdiskusilah secara dewasa...</