Karena pelajaran akan janji itu berubah setiap hari, maka berjanji tidak selamanya menuntut untuk dipenuhi.
Ini bukan sebuah janji antar pribadi, tapi janji pejabat yang terlanjur dimuat dimedia, di baliho jalan, di selebaran koran yang terbit sebelum kita sempat membuka mata untuk menyeruput kopi pagi. Kita mungkin telah kenyang atau merasa dikenyangkan dengan janji-janji berbentuk slogan penyemangat dan serta merta mendukung, terkadang kita juga meyakinkan kepada yang lain, “inilah janji yang pasti ketika ia menjadi”, aneh tapi tidak baru dalam dunia yang semakin sempit.
Terjadi janji yang tercatat koran pagi, tapi siapa yang peduli, ketika yang mengucapkan tanpa beban dengan keyakinan tak akan ada yang menagih janji keesokan hari, tak perlu pura-pura, terang benderang sekalipun kita memang tak peduli, “ah…saya lupa berapa denda jika proyek itu tak selesai tepat waktu, saya juga lupa, berapa nilai kontrak”, Bapak tenang-tenang saja pak, kami maklum, mungkin Bapak sudah tua dan pikun, atau, sedikit saya penasaran, jangan-jangan, selama ini kerjaan Bapak hanya melamun.
Lanjutkan membaca ‘Mencatat Janji’
Komentar Terakhir